Umroh adalah salah satu ibadah yang paling dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Berbeda dengan haji yang hanya bisa dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Karena itu, umroh sering disebut sebagai "haji kecil" — sebuah perjalanan spiritual yang meski lebih ringkas dari haji, tetap menyimpan makna dan keutamaan yang luar biasa besar bagi siapa saja yang menunaikannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.
Bagi banyak calon jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat, tata cara umroh sering terasa membingungkan. Mulai dari niat, larangan ihram, hingga urutan rukun yang harus dijalankan secara tertib — semua ini penting dipahami agar ibadah sah dan diterima. Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap, mulai dari pengertian umroh, dasar hukum, syarat dan rukun, hingga tata cara pelaksanaan langkah demi langkah beserta bacaan doanya.
Pengertian Umroh
Secara bahasa, umroh berasal dari katai'timar yang berarti "berkunjung" atau "berziarah". Secara istilah syar'i, umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah (Ka'bah) di Makkah untuk melaksanakan serangkaian ritual, yaitu ihram, tawaf, sa'i, dan diakhiri dengan tahallul (mencukur atau memotong rambut).
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
Ayat ini menjadi salah satu dasar utama disyariatkannya umroh, sejajar dengan perintah menyempurnakan ibadah haji. Selain itu, terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menyebutkan keutamaan umroh sebagai penghapus dosa:
Perbedaan Haji dan Umroh
Meski sama-sama ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci dan memiliki beberapa rukun yang mirip, haji dan umroh memiliki sejumlah perbedaan mendasar:
- Waktu pelaksanaan — Haji hanya dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 8 hingga 12 atau 13 Dzulhijjah. Umroh dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari Arafah, Idul Adha, dan tiga hari Tasyriq yang dimakruhkan oleh sebagian ulama.
- Hukum — Haji wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu (istitha'ah), sementara umroh hukumnya diperselisihkan ulama: sunnah muakkadah menurut mazhab Maliki dan Hanafi, namun wajib menurut mazhab Syafi'i dan Hanbali.
- Rangkaian ibadah — Haji memiliki rangkaian yang lebih panjang, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melontar jumrah. Umroh tidak mencakup rangkaian tersebut, sehingga durasi pelaksanaannya jauh lebih singkat, umumnya hanya beberapa jam.
- Kuota — Pelaksanaan haji dibatasi kuota oleh pemerintah Arab Saudi untuk setiap negara, sedangkan umroh relatif tidak dibatasi kuota tahunan yang ketat, meski tetap memerlukan visa dan pengaturan resmi melalui platform seperti Nusuk.
Hukum Umroh
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, status hukum umroh diperselisihkan di kalangan ulama fikih:
- Mazhab Syafi'i dan Hanbali berpendapat bahwa umroh hukumnyawajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sama seperti haji.
- Mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa umroh hukumnyasunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir menyerupai wajib dari sisi keutamaannya.
Terlepas dari perbedaan pendapat ini, seluruh ulama sepakat bahwa umroh memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memiliki kemampuan finansial dan fisik.
Keutamaan Umroh
Selain sebagai penghapus dosa sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, umroh memiliki sejumlah keutamaan lain yang disebutkan dalam berbagai riwayat:
- Menghilangkan kefakiran — Rasulullah SAW bersabda, "Ikutkanlah antara haji dan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan karat besi, emas, dan perak." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
- Setara dengan jihad bagi kalangan tertentu — Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut haji dan umroh sebagai jihad bagi orang tua, anak kecil, orang lemah, dan perempuan.
- Tamu Allah yang doanya dikabulkan — Jamaah haji dan umroh disebut sebagaidhuyufullah (tamu Allah), yang apabila berdoa akan dikabulkan dan apabila memohon ampun akan diampuni.
- Pahala berlipat di Masjidil Haram — Salat di Masjidil Haram diriwayatkan memiliki keutamaan pahala berlipat ganda dibandingkan salat di tempat lain, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah.
Jenis-Jenis Paket Umroh yang Umum Ditawarkan
Bagi calon jamaah yang berencana mendaftar melalui biro travel, penting mengenal beberapa istilah paket umroh yang umum beredar di Indonesia agar dapat memilih sesuai kebutuhan dan anggaran:
- Umroh reguler — Paket dengan durasi standar (umumnya 9–12 hari), mencakup akomodasi hotel bintang 3–4, transportasi, konsumsi, dan bimbingan manasik dari travel resmi berizin Kementerian Agama.
- Umroh plus — Paket umroh yang digabungkan dengan kunjungan wisata religi ke negara lain, seperti Turki, Yordania, atau Mesir, sebelum atau sesudah pelaksanaan umroh di Makkah dan Madinah.
- Umroh Ramadhan — Paket khusus yang diberangkatkan pada bulan Ramadhan, biasanya memiliki permintaan tinggi karena keutamaan umroh di bulan ini disebutkan setara dengan pahala haji bersama Rasulullah SAW (HR. Bukhari dan Muslim).
- Umroh VIP/eksekutif — Paket dengan fasilitas hotel bintang 5 berjarak dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, penerbangan langsung, serta pelayanan personal yang lebih intensif.
- Umroh backpacker/mandiri — Bagi jamaah yang mengurus sendiri visa, tiket, dan akomodasi tanpa melalui paket travel, meski jalur ini kini semakin dibatasi seiring digitalisasi visa melalui platform resmi seperti Nusuk.
Memilih jenis paket yang sesuai sebaiknya mempertimbangkan anggaran, waktu keberangkatan, kondisi fisik jamaah (terutama lansia), serta legalitas biro travel penyelenggara.
Syarat Wajib Umroh
Sebelum membahas rukun dan tata cara, penting dipahami terlebih dahulu syarat-syarat yang menjadikan seseorang wajib melaksanakan umroh:
- Islam — Umroh hanya diwajibkan dan sah dilakukan oleh seorang Muslim.
- Baligh — Telah mencapai usia dewasa menurut syariat.
- Berakal sehat — Tidak dalam kondisi gangguan jiwa atau hilang akal.
- Merdeka — Bukan dalam status budak (relevan secara historis dalam fikih klasik).
- Mampu (istitha'ah) — Memiliki kemampuan fisik, finansial, dan keamanan perjalanan menuju Tanah Suci, termasuk bekal untuk diri sendiri dan keluarga yang ditinggalkan.
Khusus bagi jamaah perempuan, terdapat pertimbangan tambahan terkait mahram, meskipun aturan mengenai wajib atau tidaknya mahram bagi jamaah perempuan yang bepergian dalam rombongan resmi telah mengalami penyesuaian kebijakan oleh otoritas Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Rukun Umroh
Rukun umroh adalah bagian inti ibadah yang wajib dilaksanakan secara berurutan dan tidak dapat digantikan dengan dam (denda) apabila ditinggalkan. Jika salah satu rukun tidak dilaksanakan, maka umroh dianggap tidak sah. Rukun umroh terdiri dari lima hal:
- Ihram disertai niat — Mengenakan pakaian ihram dan berniat untuk melaksanakan umroh dari miqat yang telah ditentukan.
- Tawaf — Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam.
- Sa'i — Berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Tahallul — Mencukur habis atau memotong sebagian rambut kepala.
- Tertib — Melaksanakan seluruh rangkaian di atas secara berurutan sesuai urutannya.
🕌 Jamaah melaksanakan tawaf, mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali putaran berlawanan arah jarum jam di dalam Masjidil Haram.
Sunnah-Sunnah dalam Umroh
Selain rukun yang wajib dilaksanakan, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah umroh:
- Mandi sunnah sebelum berihram
- Memakai wewangian pada tubuh (bukan pada kain ihram) sebelum niat ihram
- Melaksanakan salat sunnah ihram dua rakaat
- Membaca talbiyah secara berulang-ulang sepanjang perjalanan menuju Makkah
- Melakukan tawaf qudum (tawaf kedatangan) sesegera mungkin setelah tiba di Masjidil Haram
- Mencium atau mengusap Hajar Aswad apabila memungkinkan, atau cukup memberi isyarat ke arahnya bila kondisi ramai
- Berdoa di Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah)
- Minum air Zamzam sebanyak-banyaknya dengan doa
Persiapan Sebelum Berangkat Umroh
Persiapan yang matang akan membuat ibadah umroh lebih khusyuk dan lancar. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan calon jamaah antara lain:
- Kesehatan fisik — Melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi yang disyaratkan, mengingat aktivitas fisik selama umroh cukup berat, terutama tawaf dan sa'i yang menempuh jarak cukup jauh.
- Dokumen perjalanan — Paspor, visa umroh, tiket pesawat, serta dokumen dari agen travel resmi yang terdaftar di Kementerian Agama.
- Perlengkapan ihram — Bagi jamaah laki-laki, dua lembar kain putih tanpa jahitan; bagi jamaah perempuan, pakaian yang menutup aurat sesuai syariat tanpa cadar dan sarung tangan saat ihram.
- Mempelajari manasik — Mengikuti bimbingan manasik umroh yang biasanya diselenggarakan oleh agen travel atau Kantor Urusan Agama setempat, agar memahami urutan pelaksanaan secara praktik, bukan hanya teori.
- Kesiapan mental dan spiritual — Memperbanyak istighfar, menyelesaikan urusan duniawi yang tertunda, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Tata Cara Pelaksanaan Umroh Langkah demi Langkah
1. Niat Ihram di Miqat
Perjalanan umroh dimulai dengan mengenakan pakaian ihram di tempat yang disebut miqat — batas geografis yang telah ditentukan syariat sebagai titik mulai berihram. Beberapa miqat yang umum digunakan jamaah dari Indonesia antara lain Bir Ali (Dzul Hulaifah) bagi yang berangkat dari Madinah, atau Yalamlam/Qarnul Manazil bagi yang langsung menuju Makkah melalui jalur udara.
Setelah mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan salat sunnah ihram dua rakaat, jamaah mengucapkan niat umroh:
Setelah niat diucapkan, jamaah dalam kondisi ihram dan wajib menjaga diri dari segala larangan ihram hingga tahallul dilaksanakan.
2. Talbiyah
Selepas niat, dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah selama perjalanan menuju Makkah hingga melihat Ka'bah:
3. Larangan Selama Ihram
Selama berada dalam kondisi ihram, jamaah wajib menghindari beberapa larangan berikut:
- Memotong kuku atau mencukur rambut/bulu badan
- Memakai wewangian pada tubuh atau pakaian ihram
- Berhubungan suami-istri atau segala hal yang mengarah kepadanya
- Menikah atau menikahkan
- Berburu atau membunuh binatang buruan darat
- Mencabut atau merusak tumbuhan di Tanah Haram
- Memakai pakaian berjahit dan menutup kepala (khusus laki-laki)
- Menutup wajah dengan cadar dan memakai sarung tangan (khusus perempuan)
Apabila salah satu larangan ini dilanggar, jamaah dikenakan dam (denda) sesuai jenis pelanggarannya, yang ketentuannya dapat dikonsultasikan kepada pembimbing manasik.
4. Tawaf
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melaksanakan tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad.
Beberapa ketentuan penting dalam tawaf:
- Posisi Ka'bah berada di sebelah kiri tubuh jamaah selama mengelilinginya
- Disunnahkan berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama bagi laki-laki, dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya
- Setiap melewati Hajar Aswad, disunnahkan mengusap atau menciumnya, atau cukup memberi isyarat dengan tangan sambil mengucapkan takbir jika kondisi ramai
- Tidak diperkenankan makan selama tawaf, namun minum air diperbolehkan
Doa yang dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (setiap putaran):
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah melaksanakan salat sunnah dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, kemudian dianjurkan minum air Zamzam.
5. Sa'i
Rukun berikutnya adalah sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.
Sa'i mengenang perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari-lari mencari air untuk putranya, Ismail AS, hingga Allah SWT menganugerahkan sumber air Zamzam.
Sebelum memulai sa'i dari Bukit Shafa, disunnahkan membaca:
Bagi jamaah laki-laki, terdapat area tertentu (ditandai lampu hijau) di mana dianjurkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan jamaah perempuan cukup berjalan biasa di seluruh lintasan.
Bagi jamaah laki-laki, terdapat area tertentu (ditandai lampu hijau) di mana dianjurkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan jamaah perempuan cukup berjalan biasa di seluruh lintasan.
🚶 Jamaah melaksanakan sa'i, berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali di dalam area Masjidil Haram.
6. Tahallul
Rukun terakhir adalah tahallul, yaitu mencukur habis (taqshir sempurna/halq) atau memotong sebagian rambut kepala (taqshir) sebagai tanda telah selesainya rangkaian ibadah umroh.
Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan mencukur habis rambut kepala (halq), meski memotong sebagian juga diperbolehkan. Bagi jamaah perempuan, cukup memotong ujung rambut sepanjang kurang lebih satu ruas jari.
Setelah tahallul dilaksanakan, seluruh larangan ihram menjadi halal kembali dan rangkaian ibadah umroh dinyatakan selesai.
Setelah tahallul dilaksanakan, seluruh larangan ihram menjadi halal kembali dan rangkaian ibadah umroh dinyatakan selesai.
✂️ Tahallul adalah penanda selesainya seluruh rangkaian ibadah umroh — jamaah laki-laki mencukur habis atau memotong sebagian rambut.
Doa-Doa Penting Selama Pelaksanaan Umroh
Selain doa-doa yang dibaca dalam rukun tawaf dan sa'i, terdapat beberapa doa lain yang dianjurkan dibaca selama berada di Tanah Suci:
Doa masuk Masjidil Haram:
Doa minum air Zamzam:
Doa keluar Masjidil Haram:
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Umroh
Berdasarkan pengalaman di lapangan, berikut beberapa kesalahan yang kerap dilakukan jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat:
- Tidak memahami batas miqat — Sebagian jamaah, terutama yang transit atau menggunakan penerbangan tertentu, tidak menyadari bahwa mereka telah melewati miqat sebelum berihram, sehingga wajib membayar dam.
- Berdesakan berlebihan saat mencium Hajar Aswad — Hal ini bukan rukun wajib dan cukup digantikan dengan isyarat tangan apabila kondisi terlalu padat, demi keselamatan bersama.
- Melanggar larangan ihram tanpa sadar — Misalnya memakai parfum pada pakaian ihram atau memotong kuku karena lupa sedang dalam kondisi ihram.
- Tergesa-gesa dalam tawaf dan sa'i — Sebagian jamaah terlalu fokus menyelesaikan rangkaian secepat mungkin sehingga kehilangan kekhusyukan, padahal esensi ibadah ini adalah penghayatan spiritual, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
- Menunda tahallul — Beberapa jamaah lupa atau menunda pemotongan rambut setelah sa'i, padahal status ihram belum berakhir sebelum tahallul dilaksanakan sehingga larangan ihram masih berlaku.
💡 Tips Praktis Agar Umroh Lebih Khusyuk dan Lancar
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan mudah dilepas-pasang, karena tawaf dan sa'i menempuh jarak yang cukup jauh
- Bawa botol minum kecil untuk menjaga hidrasi, terutama saat cuaca panas
- Hafalkan atau bawa catatan kecil bacaan doa agar tidak perlu bergantung penuh pada gawai selama beribadah
- Jaga kekompakan rombongan dan ikuti arahan pembimbing atau mutawwif untuk menghindari terpisah dari kelompok
- Perbanyak doa pribadi (bukan hanya doa hafalan) karena momen di Tanah Suci adalah waktu mustajab untuk memohon kepada Allah SWT
- Jaga adab dan kesabaran, mengingat kepadatan jamaah dari berbagai negara dapat menguji emosi
Tanya Jawab Seputar Tata Cara Umroh
1. Apakah umroh wajib dilakukan berulang kali?
Tidak. Umroh yang wajib (menurut mazhab yang mewajibkannya) hanya sekali seumur hidup. Umroh yang dilakukan setelahnya berstatus sunnah dan tetap bernilai pahala besar, terutama jika dilaksanakan di bulan Ramadhan.
2. Bolehkah mengganti tawaf atau sa'i dengan kursi roda?
Boleh, terutama bagi jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Saat ini tersedia layanan kursi roda dan skuter listrik resmi di area Masjidil Haram, meski umumnya dikenakan biaya tambahan.
3. Apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram tanpa sengaja?
Jamaah tetap dikenakan dam (denda) meski pelanggaran dilakukan tanpa sengaja, kecuali dalam kondisi darurat tertentu yang diperbolehkan syariat dengan konsekuensi fidyah. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan pembimbing manasik begitu pelanggaran disadari.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian umroh?
Bagi jamaah yang sehat dan tidak dalam kondisi terlalu ramai, rangkaian tawaf, sa'i, dan tahallul dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 2–4 jam. Namun pada musim ramai seperti Ramadhan, durasinya bisa lebih panjang karena kepadatan jamaah.
5. Apakah anak-anak wajib melaksanakan umroh?
Anak yang belum baligh tidak wajib melaksanakan umroh, namun apabila orang tua mengajak dan anak tersebut mampu melaksanakan rangkaian ibadahnya, umroh yang dilakukan tetap sah dan bernilai pahala, meski tidak menggugurkan kewajiban umroh saat anak tersebut kelak baligh dan mampu secara finansial.
6. Apakah perempuan yang sedang haid boleh berumroh?
Perempuan yang sedang haid tetap dapat melaksanakan ihram dan niat umroh, namun tidak diperkenankan melakukan tawaf hingga suci dari haid. Rangkaian sa'i dan tahallul juga menunggu setelah tawaf selesai dilaksanakan.
Penutup
Umroh bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Memahami tata cara, rukun, dan bacaan doa dengan benar akan membantu jamaah melaksanakan ibadah ini secara sah dan lebih khusyuk. Dengan persiapan yang matang serta niat yang lurus karena Allah SWT semata, semoga setiap langkah menuju Baitullah membawa keberkahan dan diterima sebagai umroh yang mabrur.
