🏃 Pengertian dan Kedudukan Sa’i
Sa’i adalah berjalan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan. Ibadah ini mengingatkan umat Islam pada perjuangan Hajar yang mencari air untuk putranya, Ismail. Sa’i mengajarkan ikhtiar, keteguhan hati, tawakal, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah datang setelah manusia berusaha.
Dalam rangkaian umroh, sa’i dilakukan setelah tawaf. Jamaah memulai dari Safa, berjalan menuju Marwah, kembali menuju Safa, lalu melanjutkan sampai tujuh perjalanan dan berakhir di Marwah. Setelah sa’i selesai, jamaah melaksanakan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut.
📋 Syarat dan Urutan Sa’i
Sa’i harus dilakukan pada jalur antara Safa dan Marwah serta diselesaikan sebanyak tujuh perjalanan. Jamaah perlu memulai dari Safa. Memulai dari Marwah menyebabkan hitungan pertama tidak sesuai urutan yang ditentukan.
Sa’i umroh dilaksanakan setelah tawaf. Wudhu sangat dianjurkan agar jamaah berada dalam keadaan suci dan nyaman, tetapi kesucian dari hadas tidak diposisikan sama seperti syarat tawaf dalam banyak pembahasan fikih. Karena terdapat rincian mazhab dan kondisi tertentu, jamaah sebaiknya mengikuti bimbingan yang digunakan rombongannya.
Jamaah boleh berhenti untuk shalat wajib, minum, beristirahat, menggunakan toilet karena kebutuhan, atau mendapatkan pertolongan medis. Setelah itu sa’i dapat dilanjutkan dari titik dan hitungan yang benar sesuai arahan pembimbing.
🔄 Tata Cara Sa’i Step by Step
🔢 Cara Menghitung Tujuh Perjalanan
| Hitungan | Arah | Berakhir di |
|---|---|---|
| 1 | Safa → Marwah | Marwah |
| 2 | Marwah → Safa | Safa |
| 3 | Safa → Marwah | Marwah |
| 4 | Marwah → Safa | Safa |
| 5 | Safa → Marwah | Marwah |
| 6 | Marwah → Safa | Safa |
| 7 | Safa → Marwah | Marwah |
Gunakan jari tangan, tasbih penghitung, karet gelang, atau aplikasi penghitung sederhana. Jangan terlalu sibuk melihat ponsel karena dapat menabrak jamaah lain. Bila ragu antara dua angka, tanyakan kepada pembimbing dan gunakan hitungan yang lebih meyakinkan.
🤲 Doa di Safa dan Marwah
Ketika berada di Safa atau Marwah, jamaah dapat menghadap kiblat, mengangkat tangan seperti berdoa, bertakbir, bertahlil, memuji Allah, dan menyampaikan kebutuhan pribadi. Tidak ada kewajiban membatasi doa tertentu pada setiap perjalanan.
Selama berjalan, jamaah boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia. Doa yang dipahami sering membantu hati lebih hadir. Hindari membaca buku terlalu rendah sambil berjalan karena berisiko menabrak orang di depan.
🟢 Ketentuan di Antara Lampu Hijau
Di jalur Mas’a terdapat area yang ditandai lampu hijau. Jamaah pria yang mampu disunnahkan mempercepat langkah atau berlari kecil secara terkendali sampai melewati tanda berikutnya. Setelah itu kembali berjalan normal.
Wanita tidak perlu berlari kecil. Jamaah lansia, pengguna tongkat, penderita penyakit jantung, atau orang yang khawatir jatuh tidak perlu memaksakan diri. Keselamatan lebih diutamakan daripada meniru gerakan yang tidak mampu dilakukan.
♿ Wanita, Lansia, dan Kursi Roda
Sa’i bagi wanita
Wanita menjalankan urutan yang sama dari Safa ke Marwah sebanyak tujuh perjalanan, tetapi berjalan normal di antara lampu hijau. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman serta tidak mengganggu langkah.
Sa’i bagi lansia
Lansia dapat memilih lantai yang lebih lengang, beristirahat, atau menggunakan kursi roda. Bawa obat penting dan kartu hotel. Jangan memisahkan diri dari pendamping tanpa komunikasi.
Sa’i dengan kursi roda
Sa’i menggunakan kursi roda sah bagi jamaah yang membutuhkan. Mas’a menyediakan jalur dan lantai yang mendukung penggunaan kursi roda, termasuk area khusus kendaraan listrik. Ikuti papan petunjuk dan arahan petugas.
❌ Kesalahan Jamaah Saat Sa’i
- Memulai sa’i dari Marwah.
- Menghitung perjalanan pulang-pergi sebagai satu.
- Berakhir di Safa setelah mengira sudah tujuh.
- Wanita ikut berlari di lampu hijau.
- Pria berlari terlalu kencang dan membahayakan orang lain.
- Menganggap setiap perjalanan memiliki doa wajib tertentu.
- Berhenti berkelompok di tengah jalur untuk berdoa.
- Terlalu fokus merekam video hingga kehilangan hitungan.
- Memaksakan diri padahal mengalami nyeri dada atau pusing.
✨ Tips Sa’i Lebih Nyaman
Gunakan alas kaki yang sesuai aturan dan nyaman, minum secukupnya, serta hindari makan terlalu berat sebelum sa’i. Pilih jalur yang tidak terlalu padat dan ikuti petugas bila diarahkan ke lantai lain.
Jamaah rombongan sebaiknya menyepakati titik pertemuan di Marwah. Jangan berhenti mendadak ketika kehilangan teman. Bergeraklah ke sisi jalur agar tidak menghalangi jamaah di belakang.
Pelajari Manasik Sebelum Berangkat 🕌
Dengan manasik yang terarah, jamaah dapat memahami hitungan sa’i, doa, tahallul, dan tata cara ibadah tanpa panik di tengah keramaian.
❓ FAQ Sa’i Umroh
Berapa kali perjalanan sa’i?
Sa’i dilakukan tujuh perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
Apakah Safa–Marwah–Safa dihitung satu?
Tidak. Safa ke Marwah satu perjalanan dan Marwah ke Safa perjalanan kedua.
Apakah harus berwudhu saat sa’i?
Berwudhu sangat dianjurkan, tetapi kesucian tidak diposisikan sama seperti syarat tawaf dalam banyak pembahasan fikih.
Apakah wanita berlari di lampu hijau?
Tidak. Wanita tetap berjalan normal.
Apakah sa’i boleh menggunakan kursi roda?
Boleh bagi jamaah yang membutuhkan karena sakit, lemah, lansia, atau keterbatasan fisik.
Apa yang dilakukan setelah sa’i?
Setelah perjalanan ketujuh selesai di Marwah, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut.
📚 Rujukan
- Umrah Awareness Guide — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi
- Buku Doa dan Zikir Manasik — Kementerian Agama RI
