Persiapan umroh tidak berhenti pada pemilihan paket dan pelunasan biaya. Jamaah perlu memastikan paspor, visa, permit Nusuk, vaksin, data pribadi, dan dokumen keluarga telah lengkap serta sesuai.
Paspor dan Data Identitas Jamaah
Paspor menjadi dokumen utama dalam perjalanan umroh. Nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, dan nomor paspor digunakan untuk pengurusan visa, tiket, hotel, serta permit Nusuk.
Direktorat Jenderal Imigrasi mencantumkan KTP, Kartu Keluarga, dan salah satu dokumen pendukung seperti akta kelahiran, buku nikah, atau ijazah sebagai bagian dari persyaratan permohonan paspor baru. Informasi lengkap dapat diperiksa melalui portal resmi Imigrasi.
Hal yang perlu diperiksa
- Nama, tempat lahir, dan tanggal lahir sudah benar.
- Nomor paspor sama dengan data pada visa dan tiket.
- Paspor tidak rusak, basah, sobek, atau sulit dipindai.
- Salinan fisik dan digital tersimpan secara aman.
Visa Umroh dan Permit Nusuk
Visa dan permit merupakan dua dokumen yang berbeda. Visa memberi izin masuk ke Arab Saudi. Permit Nusuk memberi izin untuk menjalankan umroh pada jadwal yang tersedia.
Panduan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa layanan visa dan perjalanan dapat tersedia melalui saluran resmi, termasuk Nusuk Umrah serta penyedia layanan yang mendapat persetujuan pemerintah Saudi.
| Dokumen | Fungsi | Yang Harus Dicek |
|---|---|---|
| Visa | Izin masuk dan tinggal sesuai ketentuan | Jenis visa, masa berlaku, durasi tinggal, dan pihak pengurus |
| Permit Nusuk | Izin melaksanakan umroh pada jadwal tertentu | Nama, nomor paspor, nomor visa, dan waktu permit |
| Tiket | Bukti perjalanan pergi dan pulang | Ejaan nama, rute, tanggal, maskapai, dan bagasi |
Data yang perlu disiapkan untuk Nusuk
- Nomor paspor dan nomor visa.
- Kewarganegaraan serta tanggal lahir.
- Nomor telepon atau email aktif.
- Data kedatangan bila diminta.
- Kata sandi akun yang tersimpan dengan aman.
Ketentuan Anak dan Permit Umroh
Anak yang melakukan perjalanan internasional membutuhkan paspor atas namanya sendiri. Data anak harus sama pada paspor, visa, tiket, dan permit.
FAQ resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang tersedia saat artikel ini disusun menyebut usia minimum tertentu untuk penerbitan visa atau permit umroh. Karena kebijakan dapat berubah, keluarga harus mengonfirmasi ketentuan usia yang berlaku untuk tanggal keberangkatan 2027.
Dokumen Anak
- Paspor anak
- Akta kelahiran
- Kartu Keluarga
- Identitas orang tua
- Dokumen kesehatan dan vaksin
Konfirmasi kepada PPIU
- Batas usia permit
- Jenis visa anak
- Kebijakan tiket dan kursi
- Ketentuan kamar
- Dokumen bila tidak bersama kedua orang tua
Vaksin Meningitis, Polio, dan Kondisi Medis
Persyaratan kesehatan perlu diperiksa untuk setiap musim umroh. Pada saat artikel ini disusun, dokumen resmi yang tersedia masih merujuk pada aturan Umrah 1447 H atau 2026. Ketentuan khusus 2027 harus dikonfirmasi kembali setelah pemerintah Saudi menerbitkan pembaruan.
| Persyaratan | Acuan yang Tersedia | Tindakan Jamaah |
|---|---|---|
| Meningitis ACYW | Diwajibkan dalam aturan Umrah 2026 | Periksa jenis vaksin, tanggal pemberian, dan masa berlaku sertifikat |
| Polio | Indonesia termasuk negara dengan ketentuan tertentu pada 2026 | Konfirmasi kebutuhan IPV atau dokumen pengganti yang diterima |
| COVID-19 | Ketentuan khusus dapat berlaku bagi kelompok berisiko | Periksa usia, kehamilan, dan kondisi kronis sebelum berangkat |
Acuan kesehatan terbaru dapat diperiksa melalui Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Jamaah dengan penyakit kronis sebaiknya membawa
- Ringkasan kondisi medis dan daftar obat.
- Obat dalam kemasan asli dengan jumlah cukup.
- Resep atau surat dokter bila diperlukan.
- Kartu asuransi dan nomor kontak keluarga.
- Obat penting di tas kabin, bukan seluruhnya di bagasi.
Dokumen Keluarga, Pasangan, dan Lansia
Selain paspor, PPIU dapat meminta dokumen pendukung untuk pencatatan jamaah dan pengurusan administrasi. Kebutuhannya dapat berbeda menurut usia, hubungan keluarga, jenis visa, dan kondisi kesehatan.
Dokumen yang umum disiapkan
- KTP dan Kartu Keluarga.
- Akta kelahiran atau buku nikah.
- Pasfoto sesuai ketentuan penyelenggara.
- Sertifikat vaksin dan dokumen kesehatan.
- Nomor kontak keluarga serta pendamping.
- Dokumen perubahan nama bila terdapat perbedaan data.
Verifikasi PPIU dan Jadwal Persiapan
Bagi jamaah Indonesia yang mengikuti paket, pengurusan visa dan administrasi umumnya dikoordinasikan oleh PPIU. Calon jamaah tetap harus mengetahui badan usaha yang bertanggung jawab atas visa, tiket, hotel, dan keberangkatan.
Periksa nama resmi penyelenggara melalui SISKOPATUH. Jangan hanya mengandalkan nama agen, akun media sosial, atau merek promosi.
| Waktu Persiapan | Fokus Utama | Tindakan |
|---|---|---|
| 3–6 bulan | Paspor, data kependudukan, kesehatan, dan PPIU | Buat atau ganti paspor dan periksa legalitas penyelenggara |
| 2–3 bulan | Dokumen administrasi dan vaksinasi | Serahkan dokumen melalui prosedur resmi dan simpan tanda terima |
| 1 bulan | Visa, tiket, hotel, Nusuk, dan manasik | Cocokkan seluruh data dan minta konfirmasi tertulis |
| 7 hari | Salinan dokumen dan tas kabin | Simpan dokumen fisik, digital, obat, dan kontak pembimbing |
Hal yang perlu diverifikasi dari PPIU
- Status izin dan alamat kantor.
- Hubungan agen atau cabang dengan PPIU pusat.
- Jenis visa dan mekanisme pengurusannya.
- Maskapai, hotel, jadwal, dan kontrak paket.
- Rekening pembayaran serta kuitansi resmi.
Checklist Dokumen dan Kesalahan yang Harus Dihindari
Checklist Keberangkatan
- Paspor berlaku dan tidak rusak
- Nama sesuai tiket serta visa
- Visa dapat diverifikasi
- Permit Nusuk sudah diatur
- Sertifikat vaksin tersedia
- Hotel dan tiket dikonfirmasi
- Salinan dokumen tersimpan
Dokumen Pendukung
- KTP, KK, dan dokumen keluarga
- Kontrak serta kuitansi
- Ringkasan medis dan obat rutin
- Nomor pembimbing
- Kontak darurat keluarga
- Bukti penyerahan paspor
- Asuransi bila tersedia
Kesalahan yang sering terjadi
- Menunggu terlalu dekat untuk membuat paspor.
- Menganggap visa sama dengan permit Nusuk.
- Menggunakan ketentuan vaksin tahun sebelumnya tanpa verifikasi.
- Tidak memeriksa ejaan nama pada seluruh dokumen.
- Menyerahkan paspor tanpa tanda terima.
- Mendaftar melalui agen tanpa mengetahui PPIU penanggung jawab.
Perlu Bantuan Memeriksa Syarat Umroh?
Konsultasikan masa berlaku paspor, visa, vaksin, permit Nusuk, dokumen keluarga, dan jadwal keberangkatan sebelum menyerahkan dokumen atau melakukan pelunasan.
FAQ Syarat Umroh 2027
Belum seluruhnya. Ketentuan kesehatan dan operasional untuk 2027 perlu diperiksa kembali setelah pemerintah Arab Saudi menerbitkan aturan musim terbaru.
Berapa minimal masa berlaku paspor untuk umroh?Paspor sebaiknya masih berlaku lebih dari enam bulan pada tanggal perjalanan. Pastikan seluruh datanya sesuai dengan tiket, visa, dan akun Nusuk.
Apakah permit Nusuk wajib?Permit umroh diproses melalui aplikasi Nusuk sebelum jamaah menuju Masjidil Haram untuk menjalankan rangkaian umroh.
Apakah vaksin meningitis wajib?Dalam ketentuan Umrah 2026, vaksin meningokokus ACYW diwajibkan bagi jamaah. Status dan masa berlaku untuk perjalanan 2027 harus dikonfirmasi kembali.
Apakah jamaah Indonesia memerlukan vaksin polio?Dalam aturan Umrah 2026, Indonesia termasuk negara yang terkena ketentuan vaksin polio tertentu. Persyaratan 2027 dapat berubah.
Siapa yang mengurus visa umroh?Bagi jamaah Indonesia yang mengikuti paket, pengurusan visa umumnya dikoordinasikan oleh PPIU. Jamaah tetap perlu mengetahui jenis visa, pihak penanggung jawab, dan status penerbitannya.
Panduan praktis untuk membantu calon jamaah menyiapkan dokumen, kesehatan, dan administrasi umroh secara lebih tertib, aman, dan terverifikasi.
